Hikmah

Umur adalah Nafas

Ada beberapa amalan -amalan khusus bagi penuntut ilmu yang harus dikerjakan secara konsisten agar dapat membantunya dalam perjalanan menuntut ilmu.

Tilawah Al Qur’an

Memohon pertolongan Allah dengan aktivitas  membaca Al-Qur’an secara tadabbur dan tartil sesuai yang diperintahkan.Memperbanyak membaca Al-Qur’an adalah jalan memperoleh pahala yang besar. Tiap hurufnya sebanding dengan sepuluh kebaikan. Seseorang yang dalam seperempat jam membaca satu juz Al Qur’an akan mendapatkan seratus ribu kebaikan.Oleh karenanya perbanyaklah membaca Al Qur’an dan buatlah waktu khusus untuk mentadabburi dan  menggali pelajaran dari nya

Allah berfirman:

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ

Dan sungguh, telah kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah yang mau mengambil pelajaran?”(QS.Al Qomar:17).

Kita harus senantiasa menggali pelajaran dari Al Qur’an, mengingatkan diri kita dan orang lain dengan Al-Qur’an sebagaimana dalam firman Allah disebutkan ”Maka berilah peringatan dengan Al-Qur’an kepada siapapun yang takut terhadap ancamanKu” (Qaaf: 45).

Akan tetapi siapakah yang dapat mengambil pelajaran? Dia adalah orang yang takut terhadap peringatan Allah. Adapun orang yang lalai, lupa serta bermain-main, akan sedikit sekali mendapatkan pelajaran ini.

Sungguh disayangkan ada sebagian orang yang menyandarkan dirinya sebagai “penuntut ilmu”,namun hati mereka hambar terhadap Al-Qur’an.Jika mereka kebetulan tiba di masjid sebelum Iqomah,setelah sholat sunnah,jika masih ada waktu Mereka mengambil mushaf dan membaca Al Qur’an satu atau dua lembar menunggu dimulai shalat.Al-Qur’an dibaca pada waktu luang seperti obrolan. Jika ada waktu  dia membaca, dan jika tidak ada waktu maka tidak membaca. Hal seperti ini banyak terjadi pada kebanyakan penuntut ilmu bahkan para huffadz (penghafal Al-Qur’an).

Beberapa penuntut ilmu jika tamat menghafal Al-Qur’annya,(merasa) tugasnya telah berakhir. Kita katakan : Tidak wahai saudaraku, justru kini saatnya tugas anda dimulai. Sekarang waktunya membaca Al-Qur’an yang berpahala tiap hurufnya dengan tartil, mentadabburi, mengambil hukum, pelajaran dan peringatan dengan Al-Qur’an. Sekaranglah saatnya!

Maka Ahlul Qur’an memiliki kekhususan dalam hal  ini. Mereka adalah Ahlullah (orang-orang yang mendapat kekhususan dari Allah) dan orang-orang pilihan Allah. Dan sudah sepatutnya mereka diketahui  dengan ciri yang tidak dimiliki oleh selain mereka, sebagaimana perkataan Ibnu Mas’ud (bahwasanya mereka Ahlu qur’an) diketahui dengan puasanya, shalatnya, qiyamullailnya, tilawahnya, serta dengan manfaat yang bersumber dari mereka baik khusus dan umum.Merekapun diketahui dengan penghadapannya kepada Allah ketika manusia (yang lain) lalai.Maka Ahlul Qur’an memiliki kedudukan yang besar.

Dzikir

Begitu juga dinasehatkan kepada seorang muslim secara umum agar lisannya senantiasa basah dengan dzikir kepada Allah ‘azza wa jalla. Dzikir tidaklah berat dilakukan.Dengan membaca  سُبحان الله وبحمدِهِ (subhanallah wabihamdihi) seratus kali akan dihapuskan darinya dosa-dosanya meskipun seperti buih lautan. Membaca سُبحان الله وبحمدِهِ (subhanallah wabihamdihi) hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 menit.

Untuk mendapatkan ampunan dosa dari Allah,tidak memerlukan  belenggu (cemeti) sebagaimana terhadi dizaman sebelum kita dimana seseorang mengambil pedang untuk membunuh dirinya sendiri dalam menebus dosa . Tidak sepatutnya hal seperti ini dilakukan. Dengan satu setengah menit membaca سُبحان الله وبحمدِهِ (subhanallah wabihamdihi) akan dihapuskan darinya dosa-dosanya walaupun seperti buih di lautan. Bagi yang senantiasa ber istighfar, maka istighfar memiliki manfaat yang tidak terlintas dalam benak yaitu menentramkan jiwa, memperoleh hidup yang tenang, mendapatkan harta dan anak yang banyak, serta barokah dalam rezeki

Mengucapkan لا إله إلا الله وحدهُ لا شريك لهُ، لهُ الملك ولهُ الحمد، وهو على كلِّ شيء قدير (Laa Ilaha Illallah wahdah lahul mulku walahul hamdu ,wa huwa ‘ala kulli syai’in qodir) sepuluh kali, maka dia mendapat pahala seperti membebaskan empat budak dari keturunan Isma’il. Sepuluh kali diucapkan hanya memerlukan waktu satu menit. Jika diulanginya seratus kali tidaklah seseorang mendapatkan semisalnya kecuali jika datang membawa semisalnya atau lebih, dijaga dari gangguan syetan, memperoleh seratus derajat, dan dihapuskan darinya seratus kesalahan, maka seperti telah membebaskan sepuluh dari keturunan Isma’il. Pahala yang banyak.

Akan tetapi wahai saudaraku yang mulia, penghalangnya akan selalu ada.Anda dapati kebanyakan manusia jika harus menunggu seseorang misalnya seperempat jam dalam sebuah urusan,maka  lima belas menit tersebut akan membuatnya merasa menunggu lima belas tahun. Engkau dapati dia akan  marah, mengaduh dan terbakar hatinya karena harus menunggu tersebut. Mengapa? Karena ia tidak membiasakan dirinya untuk berdzikir. Seandainya dia mengisinya dengan membaca satu bagian dari Al-Qur’an dalam waktu lima belas menit tersebut. Apakah ia tidak ingin temannya terlambat datang sampai  dia menyelesaikan membaca sebagian Al Qur’an tadi?Apabila dia terbiasa wirid harian dari Al Qur’an apakah dia tidak berharap agar iqomah diundur sedikit supaya bisa menyelesaikan membaca nya? Demi Allah, inilah yang terjadi wahai saudaraku.

Umur adalah Nafas

Akan tetapi bagi orang yang menjadikan  Al-Qur’an dan dzikir hanya untuk mengisi waktu luang maka dia  tidak akan beruntung . Ketika hendak sholat dan agak lama menunggu, dia berdiri di dekat  pintu masjid sembari mengeluh “kapan Imam datang”, Mengapa? Karena dia tidak membiasakan dirinya dan  tidak mengenal Allah dalam keadaan lapang agar Allah mengingatnya disaat keadaaan resah seperti ini.

Apabila seorang pegawai yang ditunggunya terlambat datang sepuluh menit atau seperempat jam, karena dia telah terbiasa,dia menunggu sembari  menghapal Al-Qur’an di sakunya atau membacanya.Maka cukup baginya dengan ini seratus ribu kebaikan bahkan lebih utama dari pekerjaan yang akan dibawa oleh orang yang ditunggu tadi.

Akan tetapi dari segi bahwasanya kita tidak biasa seperti ini banyak dari  kita akan merasa sempit dan banyak berbuat sia-sia. Orang-orang dijalanan dalam perjalanan dimana sekarang ini banyak manusia yang menghabiskan waktunya di mobil. Kebanyakan mereka tidak dapat memanfaatkan waktu mereka dengan baik. Isilah dengan membaca Al-Qur’an! Berdzikirlah dengan dzikir-dzikir yang sesuai syari’at! Dengarkan kaset-kaset ilmiyah sehingga anda mendapatkan manfaat.

Intinya adalah bahwa kita harus benar-benar menjaga waktu , karena umur itu ibarat nafas. Menit ini sebelumnya (adalah) beberapa detik dan setelahnya berjam-jam. Inilah umur manusia. Bahkan ini merupakan hakikat manusia. Apabila manusia menyia-nyiakan dirinya,  apa yang akan  dia jaga?Apabila manusia menyia-nyiakan dirinya habislah dirinya secara keseluruhan tanpa terkecuali. Berapa banyak orang yang dipanjangkan umurnya sampai seratus tahun,tetapi jika ditanya keluarga dan kerabatnya, apa yang telah dia lakukan selama seratus tahun ini?Jawab mereka  “Demi Allah, kami tidak mengetahui apapun”.

Beberapa manusia diberkahi umurnya. Umar bin Abdul ‘Aziz meninggal sebelum 40 tahun,namun namanya tetap disebut  sampai sekarang dengan sebutan yang baik. Juga Sa’id bin Jubair tidak sampai berumur 50 tahun. An Nawawi usianya 46 tahun namun karyanya memenuhi dunia, memenuhi masjid-masjid di seluruh dunia. Diriwayatkan bahwa beliau berkata : Kita harus sungguh-sungguh  terhadap ini (umur).

Kadang ada yang berkata : Apakah sebab dari keberkahan ini? Kita banyak melihat orang yang panjang umurnya, akan tetapi tidak disebut dengan sebutan yang baik seperti mereka ini.Tatkala disebut nama mereka,maka setiap lisan mengatakannya  ‘rahimahullah’ (semoga Allah merahmatinya).Seseorang datang kepada Hisyam bin Abdul Malik dan berkata kepadanya : “Sesungguhnya ayahmu memberikan sebidang tanah, kemudian Umar bin Abdul ‘Aziz rahimahullah datang dan mengambilnya dariku”.Hisyam berkata : “Subhanallah,ayahku yang telah memberikan tanah tidak kau ucapkan “rahimahullah” tapi pada orang  yang telah yang mengambil nya (yakni Umar bin Abdul Aziz), kamu sebut namanya dengan “rahimahullah”? Orang tersebut kemudian berkata, “Setiap orang memang mengatakan seperti ini.  Tidaklah nama Umar bin Abdul Aziz disebut melainkan mereka mengatakan rahimahullah (Semoga Allah merahmatinya).

Maka tiap manusia harus bersungguh-sungguh untuk merealisasikan perkara-perkara ini. Berapa banyak orang yang amal-amalnya tetap mengalir meskipun telah meninggal dunia ratusan tahun lalu. Mengapa? Karena dia telah menunjukkan manusia kepada hidayah, mengajarkan kebaikan kepada manusia, menyusun karya yang bermanfaat bagi manusia dan pahala-pahala mereka mengalir  sebagai ilmu yang bermanfaat.Namun,ada juga beberapa manusia malah melakukan sebaliknya. Selama ratusan tahun, amalannya hanya menanggung dosa karena mereka mengajarkan kebid’ahan dan mengarang buku-buku bid’ah, dan manusia terpengaruh dengannya. Maka mereka juga mendapat dosa atas sebab itu. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda :

ومن سَنَّ في الإسلام سُنَّة حسنة فلهُ أجرُها وأجرُ من عمل بها إلى يوم القيامة… ومن سنَّ في الإسلام سُنَّة سيِّئة فعليه وزرها ووزرُ من عمل بها إلى يوم القيامة

“ Barang siapa yang yang mengamalkan contoh yang baik , maka baginya pahalanya dan pahala yang mengamalkannya sampai hari kiamat. Dan barangsiapa yang mengamalkan contoh yang jelek,maka baginya dosanya dan dosa yang mengikutinya sampai hari kiamat”

Oleh karenanya, kita harus memperhatikan diri kita dan menjaganya.

Sumber :     Durar Faidah Syaikh DR.Abdul Karim Al Khudair di  http://www.khudheir.com/ref/147

  1. kritik;
    kok bagian akhir ada icon wajahnya?…
    ini perlu dikaji. Coba baca di sini
    http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/06/hukum-menggunakan-smiley-atau-ekspresi.html

    Posted by bulan | August 25, 2009, 14:09
  2. Terimakasih atas kritiknya.Kami belum berminat mediskusikan hal tersebut, tapi yang pasti tidak ada kesengajaan untuk menampilkan icon smile pada halaman tersebut karena memang tidak ada gunanya.Yang terjadi adalah karena setelah tanda “titik dua” bersambung dengan huruf D (Durar), kurang spasi

    Posted by admin | August 25, 2009, 17:15

Post a comment