Kehidupan Rumah Syaikh Ibn Utsaimin
Ayyuhal ikhwah..
Banyak sekali ketelandan yang beliau berikan dari sisi ini. Semua itu muncul dari semangat beliau dalam mengamalkan sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam yang diriwayatkan oleh at Tirmidzi dari hadits Aisyah radhiallahu ‘anha [1]
خيركم خيركم لأهله
“ Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya.”
Aku akan berusaha mengungkap sisi ini sehingga dapat berfaidah bagi kita.
Pertama : Hubungan syaikh dengan keluarga, istri dan anak-anaknya yang penuh dengan rasa kasih sayang dan saling menjaga perasaan, kepercayaan dan penghargaan.
Kedua: Keadilan yang sempurna dalam pergaulan antar mereka.
Hal ini beliau lakukan dalam rangka mengamalkan hadits yang diriwayatkan Bukhari dari Nu’man bin Basyiir bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda kepada bapaknya Nu’man,[2]
اتقوا الله واعدلوا بين أولادكم
Bertakwalah kepada Alllah dan berbuat adillah kepada anak-anakmu..
Sikap adil disini tidak hanya sebatas materi atau pemberian uang atau yang lainnya, akan tetapi adil secara umum dalam harta, pengarahan, perasaan dan perhatian terhadap urusan mereka.
Ketiga : Kedekatan beliau terhadap mereka. Syaikh memiliki keistimewaan dalam bergaul dengan keluarga dalam kehidupan sehari-harinya. Beliau senantiasa dekat dengan anak dan istrinya serta bersemangat untuk mengumpulkan mereka dan menanyakan keadaan mereka. Beliau tidak menganggap keluar bersama dengan keluarga disetiap akhir pekan itu sesuatu yang terlalu keseringan. Bahkan setelah padatnya kesibukan, tidak menghalangi beliau untuk keluar bersama keluarga pada waktu-waktu tertentu. Seperti pada waktu musim semi dan malam hari di musim panas. Beliau bersantai dan ikut bergembira bersama mereka.
Syaikh bersemangat dalam mengunjungi anak-anak beliau dirumah-rumah mereka untuk memberikan petuah-petuah. Selain itu, juga untuk mengetahui siapa sahabat anak-anak beliau.. Dengan siapakah anak-anak itu berjalan, bergaul dan berinteraksi. Ini adalah bentuk pengarahan tidak langsung dari beliau yang kebanyakan orang telah melupakannya.
Kebanyakan manusia hanya sekedar menanyakan kepada anaknya dengan siapa mereka datang dan pergi tanpa mau untuk mengawasinya secara langsung. Syaikh mengawasi anak-anaknya secara langsung tanpa menghilangkan kepercayaan antara bapak dan anak. Ini adalah pondasi dari baiknya pergaulan dan perbaikan kepada anak.
Keempat : Syaikh tidak lupa untuk mengajari putra-putri beliau tentang pelajaran-pelajaran mereka. Sebelum padatnya kesibukan, beliau sering menghadiri pertemuan-pertemuan disekolah anak-anak beliau. Bahkan beliau juga mau mengajari siapa saja yang menginginkannya baik dalam pelajaran syar’i, bahasa arab bahkan pelajaran berhitung.
Ayyuhal ikhwah..
Syaikh biasa membantu pekerjaan keluarga sebagaimana Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam juga melakukannya. Al Aswad bertanya kepada Aisyah radhiallah ‘anha,” Apa yang Nabi lakukan tatkala dirumah.?” Aisyah menjawab,” beliau biasa membantu pekerjaan rumah tangga. Apabila datang waktu sholat, beliaupun keluar untuk mengerjakannya.” [3]
Demi Allah. Ini adalah bentuk keteladanan yang nyata. Apabila ada anggota keluarga yang membutuhkan sesuatu atau membutuhkan perbaikan sesuatu yang perlu diperbaiki maka Syaikh segera mengerjakannya sendiri tanpa menyuruh orang lain.
Berikut ini adalah contoh keteladanan kehidupan sehari-hari Syaikh dalam bermusyawarah. Syaikh memiliki keistimewaan dalam bermuamalah dengan keluarganya yakni berupa kebiasaan beliau untuk bermusyawarah. Beliau mau bermusyawarah baik dengan yang kecil maupun yang besar. Bukanlah musyawarah yang dimaksud disini adalah hanya sekedar mengutarakan pandangan tanpa dilaksanakan, akan tetapi musyawarah yang akan ditindak lanjuti dengan tindakan nyata apabila pandangan yang disampaikan itu benar dan dapat dilaksanakan serta akan membawa kemashlahatan bagi semua pihak. Kebiasaan syaikh untuk bermusyawarah ini tidak hanya beliau lakukan dirumahnya saja akan tetapi siapa saja yang mengikuti pelajaran beliau atau mendengarkan kaset rekaman pelajaran beliau akan mengetahui kebiasaan itu baik dalam perkara kecil maupun besar terkait pelajaran. Syaikh sering mengajak diskusi murid-muridnya tentang isi pelajaran yang akan dibaca, diskusi apabila ada perubahan-perubahan dan hal lain yang terkait pelajaran.
Syaikh berusaha untuk menggauli keluarganya dengan lemah lembut penuh kasih sayang. Beliau membantu yang lemah, mencari yang sakit, mengunjungi dan membantunya.
Syaikh sering mengetuk pintu rumah kami karena beliau mengetahui bahwa fulan atau fulanah sedang sakit. Tidak hanya padaku, hal ini beliau lakukan kepada seluruh putra putrinya. Beliau selalu tanggap untuk berbuat baik. Bahkan terhadap anak-anak yang tidak mengetahui maksud kedatangan beliau. Akan tetapi, Syaikh bergaul sebagai orang alim rabbani mengamalkan apa yang beliau ketahui dari petunjuk nabi.
Perhatian beliau ini tidak hanya terbatas pada manusia. Bahkan perhatian Syaikh juga tercurah untuk hewan-hewan. Aku akan ceritakan kisah beliau dalam hal ini. Syaikh senantiasa mengumpulkan semua sisa-sisa makanannya baik sarapan, makan siang atau selainnya. Tatkala beliau hendak keluar untuk melaksanakan sholat shubuh, beliau membawa sisa-sisa makanan itu. Beliau memberikannya kepada kucing-kucing yang telah biasa berkumpul di depan pintu rumah beliau pada jam-jam itu. Apabila beliau lupa ataupun tidak mendapatkan sisa makanan seperti biasanya, maka beliau akan keluar dari pintu yang lain sehingga tidak membuat kucing-kucing itu merasa kehilangan makanan yang biasa mereka dapatkan. Hal ini diceritakan kepada kami oleh putra beliau, Abdurrahman.
Ayyuhal ikhwah..
Kisah Syaikh dari sisi ini sangatlah harum. Akan tetapi aku tidak memperpanjang pembicaraan sisi ini yang tidak banyak diketahui oleh kebanyakan manusia. Hanya keluarga dan orang-orang terdekat saja yang mengetahuinya.
Ayyuhal ikhwah..
Syaikh senang dan memiliki banyak andil dalam hal silaturahmi. Beliau bersegera untuk bersilaturahmi dalam rangka mengamalkan hadits nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari dari hadits Abu Hurairah dan diriwayatkan Muslim dari hadits Anas[4],
من سره أن يبسط له في رزقه وأن ينسأ له في أثره فليصل رحمه
Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung silaturahminya.
Syaikh senantiasa menjalin tali silaturahminya dengan berusaha untuk menghubungi kerabat-kerabatnya. Bukan saja kepada mereka yang dekat dengan beliau atau yang lebih tua dengan beliau akan tetapi kepada seluruh kerabat beliau baik yang besar maupun kecil, jauh atau dekat. Beliau mengunjungi paman dan bibi beliau sekali dalam sepekan semasa keduanya masih hidup. Beliau tetap melakukannya meskipun rasa sakit tengah menimpa dan melemahkan fisik beliau.- semoga Allah merahmati dan mengampuni dosa-dosa beliau-
Ayyuhal ikhwah..
Sikap beliau yang nampak pada kami adalah beliau orang yang senantiasa memuliakan karib kerabatnya. Beliau tidak berlaku keras dan kasar. Akan tetapi beliau selau memuliakan mereka, berbuat baik, mendoakan, memenuhi undangan, menjenguk yang sakit, memenuhi kebutuhan dan menghubungi mereka setiap pekan. Tidak hanya terbatas pada kerabat dekat yang bisa berhubungan langsung akan tetapi juga pada kerabat yang berada diluar kota Unaizah.
Beliau selalu menghubungi mereka, menanyakan kabar dan kondisi mereka. Sekali lagi, ini beliau lakukan bukan hanya kepada kerabat dekat atau kepada yang lebih tua sebagaimana yang telah kami sampaikan diatas, akan tetapi kepada semua kerabat baik yang kecil maupun yang besar dan juga kepada putra-putrinya. Hal ini dalam rangka melaksanakan perintah Allah dan rosulNya untuk bersilaturahmi dan berlomba-lomba untuk mendapatkan keutamaan ini. Semoga Allah merahmatiNya dengan rahmat yang luas.
Sumber : Transkrip Ceramah Syaikh Kholid bin Ali Al Mushlih hafidzahullah di http://www.almosleh.com/files/sound/mhdrat/othaimin/othaimin.pdf
Bersambung….
[1] Tirmidzi : Kitab Al Manaqib, bab : Keutamaan Istri-Istri Nabi shollahu alaihi wasallam hadits no 3895.Ibnu majah : kitab An Nikah bab Husnu Muasyiratin Nisa’ hadits no : 1977.Syaikh Al bani berkata : SHOHIH
[2] Bukhari : Kitab al Hibbah, bab Isyahad fil Hibbah hadits no 2587.Muslim : Kitab al hibbah bab karohiyatu tafdhiili bainal auladi fil hibbah. Hadits no 1623
[3] Bukhari : Kitabul Adzan. Bab “man kana fii hajati ahlihi fa uqimatish sholat fa khoroja”. Hadits no 679
[4] Bukhari : Kitabul Buyu’, bab man ahabbal basto fir rizqi. Hadits no 2067 dari Anas dan no 5985 dari Abi Hurairah. Muslim : Kitabul birr was shilah wal adab bab shilaturrahiim wa tahriimu qothiatiha hadits no 2557.




Subhanalloh sangat indah sekali jln hidupnya, semoga Alloh memberikan jalan terbaik buat syaikh. n kita bs mengambil ibrohnya.