<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>direktori-islam.com &#187; surat</title>
	<atom:link href="http://www.direktori-islam.com/tag/surat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.direktori-islam.com</link>
	<description>portal islam harian anda</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Apr 2010 01:24:15 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Korespondensi antara Syaikh Albani &amp; Syaikh Bin Baz (5)</title>
		<link>http://www.direktori-islam.com/2009/12/korespondensi-antara-syaikh-albani-syaikh-bin-baz-5/</link>
		<comments>http://www.direktori-islam.com/2009/12/korespondensi-antara-syaikh-albani-syaikh-bin-baz-5/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 21:53:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaikh Hasan Ayat Aljat alJazairi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[surat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.direktori-islam.com/?p=802</guid>
		<description><![CDATA[Surat kelima:
Surat dari Syaikh Ibnu Baz kepada Syaikh al-Albani sebagai balasan atas surat yang sebelum ini.
Bismillahirrohmanirrohim
Dari Abdulaziz bin Abdillah bin Baz ke hadapan Saudara terhormat yang mulia Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, semoga Alloh memberinya taufiq kepada setiap kebaikan, dan menolong agama dengannya, aamiiin.
Salaamun &#8216;alaikum warohmatullohi wabarokatuh.
Amma ba&#8217;du.
Telah sampai kepadaku surat Anda yang mulia tertanggal 20 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Surat kelima:</strong></span><br />
Surat dari Syaikh Ibnu Baz kepada Syaikh al-Albani sebagai balasan atas surat yang sebelum ini.</p>
<p><em>Bismillahirrohmanirrohim</em></p>
<p>Dari Abdulaziz bin Abdillah bin Baz ke hadapan Saudara terhormat yang mulia Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, semoga Alloh memberinya taufiq kepada setiap kebaikan, dan menolong agama dengannya,<em> aamiiin</em>.</p>
<p><em>Salaamun &#8216;alaikum warohmatullohi wabarokatuh.</em></p>
<p><em>Amma ba&#8217;du.</em></p>
<p>Telah sampai kepadaku surat Anda yang mulia tertanggal 20 Syawwal 1418 H – semoga Alloh menyampaikan kepada Anda tali hidayah dan taufik -. Semua yang telah Anda sebutkan adalah suatu hal yang maklum. Dan saya gembira dengan mengetahui kesehatan Anda. Maka segala puji hanyalah milik Alloh atas segala keadaan. Dan saya memohon kepada-Nya subhanahu agar mencurahkan kepada Anda pakaian keselamatan dalam agama dan badan, dan agar Dia memberikan akhir yang baik kepada saya dan Anda.</p>
<p>Saya sangat berterima kasih kepada Anda atas doa-doa yang sangat baik. Dan saya memohon kepada Alloh <em>&#8216;azza wa jalla</em> agar Dia menerimanya, melipatgandakan pahala Anda atasnya. Saya berharap disampaikan salamku kepada segenap anak-anak, dan kepada khususnya para masyayikh dan saudara-saudara, sebagaimana demikian pula untuk Anda dari anak-anak dan penulis huruf-huruf ini.</p>
<p><em>Wassalamu&#8217;alaikum warohmatullohi wabarokatuh</em></p>
<p>Mufti umum Kerajaan Saudi Arabia dan ketua umum perkumpulan ulama-ulama besar dan majelis untuk pembahasan ilmiah dan fatwa</p>
<p>17 Dzulqo&#8217;dah 1418 H</p>
<p><strong>Penutup:</strong></p>
<p>Dengan ini selesailah (penyampaian) korespondensi ini. Dan hanya kepada Alloh ta&#8217;ala kami memohon agar Dia menjadikannya bermanfaat, memberi pahala kepada kedua pemilik korespondensi itu, pengumpulnya, dan pembacanya. Sesungguhnya Dia maha dermawan dan maha pemurah.</p>
<p>Akhir perkataan kami alhamdulillahi Robbil &#8216;alamin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.direktori-islam.com/2009/12/korespondensi-antara-syaikh-albani-syaikh-bin-baz-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Korespondensi antara Syaikh Albani &amp; Syaikh Bin Baz (4)</title>
		<link>http://www.direktori-islam.com/2009/12/korespondensi-antara-syaikh-albani-syaikh-bin-baz-4/</link>
		<comments>http://www.direktori-islam.com/2009/12/korespondensi-antara-syaikh-albani-syaikh-bin-baz-4/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 07:06:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaikh Hasan Ayat Aljat alJazairi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[surat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.direktori-islam.com/?p=799</guid>
		<description><![CDATA[Surat keempat:
Surat dari Syaikh al-Albani kepada Syaikh Ibnu Baz yang berisi ucapan terima kasih dan doa atas usaha yang dikerahkan oleh Syaikh Ibnu Baz dalam rangka memudahkan kunjungan Syaikh al-Albani dan pengobatannya.
Bismillahirrohmanirrohim
Segala puji hanya milik Alloh. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rosululloh, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mencintainya.
Kepada saudara yang mulia Syaikh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Surat keempat:</span></strong></p>
<p>Surat dari Syaikh al-Albani kepada Syaikh Ibnu Baz yang berisi ucapan terima kasih dan doa atas usaha yang dikerahkan oleh Syaikh Ibnu Baz dalam rangka memudahkan kunjungan Syaikh al-Albani dan pengobatannya.</p>
<p><em>Bismillahirrohmanirrohim</em></p>
<p>Segala puji hanya milik Alloh. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada <em>Rosululloh</em>, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mencintainya.</p>
<p>Kepada saudara yang mulia Syaikh Abu Abdillah Abdulaziz bin Abdillah bin Baz yang terhormat, semoga Alloh menguatkan dan mengokohkan Anda serta berbuat baik kepada Anda.</p>
<p><em>Assalamu&#8217;alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh.</em></p>
<p><em>Waba&#8217;du</em>.</p>
<p>Saya sampaikan kepada Anda ucapan terima kasih yang sangat besar atas apa yang telah Anda kerahkan berupa usaha yang sangat cepat dalam rangka memudahkan urusan kunjunganku ke Kerajaan Saudi Arabia, dan dalam rangka memudahkan urusan pengobatanku di rumah sakit-rumah sakitnya.</p>
<p>Saya memohon kepada Alloh – <em>subhanahu wa ta&#8217;ala</em> – agar Dia memilihkan untukku yang baik dari urusanku, juga agar Dia menyiapkan untukku dalam urusan ini yang terbaik dari apa yang bermanfaat bagiku dalam urusan agama dan duniaku.</p>
<p>Dan sebagai pengamalan sabda Nabi – <em>shollallohu &#8216;alaihi wa sallam </em>-</p>
<p dir="rtl"><strong>مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ: لَا يَشْكُرُ اللَّهَ</strong></p>
<p>“<em>Orang yang tidak berterima kasih tidak akan mensyukuri Alloh</em>.”</p>
<p>Maka saya katakan kepada Anda, <em>jazakumullohu khoiro</em> (semoga Alloh membalas Anda dengan kebaikan) atas apa yang telah Anda keluarkan untuk saudara-saudara Anda dan anak-anak Anda, dan semoga Alloh menepatkan Anda dengan kebenaran menuju kebenaran, dan mengokohkan langkah Anda menuju kebenaran yang lebih banyak lagi.</p>
<p>Saya ucapkan demikian itu, juga karena sabda beliau –<em> shollallohu &#8216;alaihi wa sallam</em> -</p>
<p dir="rtl"><strong>مَنْ صَنَعَ إلَيْكُمْ مَعْرُوفاً فَكَافِئُوه، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِيعُوا أنْ تُكَافِئُوهُ، فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَعْلَمُوا أنْ قَدْ كافَأْتُمُوهُ</strong></p>
<p><em>“Siapa saja yang berbuat baik kepada kalian, maka balaslah dia. Jika kalian tidak mampu membalasnya, maka doakanlah kebaikan untuknya sampai kalian mengetahui bahwa kalian telah membalasnya</em>.”</p>
<p>Dan sebaik-baik doa dalam kesempatan ini adalah saya katakan – sebagaimana dalam hadits yang lain – <em>Jazakumullohu khoiro</em> (semoga Alloh membalas Anda dengan kebaikan), karena sabda beliau,</p>
<p dir="rtl"><strong>مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ, فَقَالَ لِفَاعِلِهِ: جَزَاكَ اَللهُ خَيْراً؛ فَقَدْ أَبْلَغَ فِي اَلثَّنَاءِ</strong></p>
<p>“<em>Barangsiapa diberi kebaikan (oleh orang lain) lalu dia berkata kepada pelakunya &#8217;semoga Alloh membalasmu dengan kebaikan&#8217; maka sungguh dia telah sungguh-sungguh dalam memujinya</em>.”</p>
<p>Demikian pula saya sampaikan terima kasihku kepada semua saudara karena Alloh – apapun kedudukannya – di antara orang-orang yang telah mengeluarkan usaha dan kesungguhannya dalam rangka memudahkan urusan yang telah saya sebutkan di atas.</p>
<p>Dan penutup doa kami adalah <em>alhamdulillah Robbil &#8216;alamin</em>.</p>
<p>Wassalamu &#8216;alaikum warohmatullohi wa barokatuh.</p>
<p>&#8216;Amman 28 Syawwal 1418 H</p>
<p>Saudara Anda, Muhammad Nashiruddin al-Albani</p>
<p><em><strong>bersambung&#8230;.</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.direktori-islam.com/2009/12/korespondensi-antara-syaikh-albani-syaikh-bin-baz-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Korespondensi antara Syaikh Albani &amp; Syaikh Bin Baz (3)</title>
		<link>http://www.direktori-islam.com/2009/12/korespondensi-antara-syaikh-albani-syaikh-bin-baz-3/</link>
		<comments>http://www.direktori-islam.com/2009/12/korespondensi-antara-syaikh-albani-syaikh-bin-baz-3/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 22:24:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaikh Hasan Ayat Aljat alJazairi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[surat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.direktori-islam.com/?p=790</guid>
		<description><![CDATA[Surat ketiga:
Surat dari Syaikh Ibnu Baz kepada Syaikh al-Albani tentang kitab “adz-Dzabbul Ahmad &#8216;an Musnad al-Imam Ahmad”
Bismillahirrohmanirrohim
Dari Abdulaziz bin Abdillah bin Baz ke hadapan Saudara yang terhormat, yang mulia Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani – semoga Alloh memberinya taufik kepada ridho-Nya, aamiiin.
Salamun &#8216;alaikum warohmatullohi wa barokatuh,
Amma ba&#8217;du.
Saya telah membaca kitab bantahan Anda yang berharga, yang berjudul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Surat ketiga:</strong></span></p>
<p>Surat dari Syaikh Ibnu Baz kepada Syaikh al-Albani tentang kitab “<em>adz-Dzabbul Ahmad &#8216;an Musnad al-Imam Ahmad</em>”</p>
<p><em>Bismillahirrohmanirrohim</em></p>
<p>Dari Abdulaziz bin Abdillah bin Baz ke hadapan Saudara yang terhormat, yang mulia Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani – semoga Alloh memberinya taufik kepada ridho-Nya, aamiiin.</p>
<p><em>Salamun &#8216;alaikum warohmatullohi wa barokatuh,</em></p>
<p>Amma ba&#8217;du.</p>
<p>Saya telah membaca kitab bantahan Anda yang berharga, yang berjudul “<em>adz-Dzabbul Ahmad &#8216;an Musnad al-Imam Ahmad.</em>” Sebuah bantahan kepada orang yang mencela keabsahan penisbatan kitab ini kepada beliau dengan anggapan bahwa al-Qothi&#8217;i menambah-nambahi padanya banyak hadits-hadits palsu sehingga (ukuran kitab -pent) menjadi dua kali lipatnya. Juga penegasan bahwa al-Qothi&#8217;i tidak memberikan tambahan padanya.</p>
<p>Dan telah menggembirakanku kandungan kitab tersebut yang berisi kritikan,<em> tahqiq</em>, pembatalan syubhat orang yang menentang dan penjelasan kebenaran dengan dalil-dalilnya. Maka semoga Alloh membalas Anda dengan kebaikan, menambahkan ilmu dan petunjuk kepada Anda, memenangkan agama ini dengan Anda, dan melapangkan kehidupan Anda di atas sebaik-baik amalan.</p>
<p>Karena banyaknya kesibukanku dan juga karena kelupaan, akhirnya saya pun terundur dari menyelesaikan pembacaan kitab Anda. Maka saya mohon maaf. Dan Dia senantiasa berusaha memberi bantuan kepada Anda, dengan memohon <em>al-Maula &#8216;azza wa jalla</em> agar menjadikan kami dan Anda sebagai orang yang mendapat petunjuk dan memberi petunjuk, juga agar Dia melindungi kami, Anda dan segenap saudara kita dari penyesatan berbagai fitnah. Sesungguhnya Dia maha mendengar dan maha dekat.</p>
<p><em>Wassalamu &#8216;alaikum warohmatullohi wabarokatuh</em></p>
<p>Ketua umum majelis untuk pembahasan ilmiah, fatwa, dakwah dan bimbingan</p>
<p>5 Syawwal 1406 H</p>
<p><em><strong>bersambung&#8230;. </strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.direktori-islam.com/2009/12/korespondensi-antara-syaikh-albani-syaikh-bin-baz-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Korespondensi antara Syaikh Albani &amp; Syaikh Bin Baz (2)</title>
		<link>http://www.direktori-islam.com/2009/12/korespondensi-antara-syaikh-albani-syaikh-bin-baz-2/</link>
		<comments>http://www.direktori-islam.com/2009/12/korespondensi-antara-syaikh-albani-syaikh-bin-baz-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 09:53:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaikh Hasan Ayat Aljat alJazairi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[surat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.direktori-islam.com/?p=785</guid>
		<description><![CDATA[Surat kedua:
Surat dari Syaikh Ibnu Baz kepada Syaikh al-Albani, yang mengandung nasihat berkaitan dengan sebagian perkara ilmu dan dakwah.
Bismillahirrohmanirrohim
Dari Abdulaziz bin Abdillah bin Baz ke hadapan Saudara yang terhormat, yang mulia Syaikh Nashiruddin al-Albani – waffaqohulloh.
Salaamun &#8216;alaikum warohmatullohi wa barokatuh.
Amma ba&#8217;du
Telah sampai kepadaku surat Anda yang mulia, yang ada di tangan Syaikh Muhammad bin Nashir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Surat kedua:</span></strong></p>
<p>Surat dari Syaikh Ibnu Baz kepada Syaikh al-Albani, yang mengandung nasihat berkaitan dengan sebagian perkara ilmu dan dakwah.</p>
<p><em>Bismillahirrohmanirrohim</em></p>
<p>Dari Abdulaziz bin Abdillah bin Baz ke hadapan Saudara yang terhormat, yang mulia Syaikh Nashiruddin al-Albani – <em>waffaqohulloh</em>.</p>
<p><em>Salaamun &#8216;alaikum warohmatullohi wa barokatuh.</em></p>
<p><em>Amma ba&#8217;du</em></p>
<p>Telah sampai kepadaku surat Anda yang mulia, yang ada di tangan Syaikh Muhammad bin Nashir al-Abudi – semoga Alloh menyampaikan hidayah-Nya kepada Anda. Dan surat itu sangat menggembirakanku, karena menjelaskan kesehatan Anda dan kekonsistenan Anda dalam menulis, mengajar dan berdakwah ilalloh. Segala puji bagi Alloh atas itu semua. Dan Saya momohon kepada-Nya agar memberikan tambahan taufiq kepada Anda, dan memberikan semangat yang terus menerus berkesinambungan dalam segala hal yang bermanfaat bagi kaum muslimin. Sesungguhnya Dia Maha pemurah dan Maha dermawan.</p>
<p>Sebagaimana telah menggembirakanku juga selesainya Anda dari meringkas Shohih Muslim bin al-Hajjaj – <em>rohimahulloh</em> – tekad Anda untuk meringkas Shohih al-Bukhori dengan tetap memperhatikan inti yang dimaksud dan tanpa merusak sedikit pun darinya. Saya memohon kepada Alloh <em>&#8216;azza wa jalla</em> agar Dia menyampaikan Anda kepada kebaikan yang Anda harapkan, dan agar memberikan pertolongan kepada Anda dalam segala hal yang ada kebaikannya bagi kaum muslimin serta mendatangkan keselamatan bagi mereka di dunia dan di akhirat.</p>
<p>Tidak ragu lagi bahwa para ulama sangat perlu untuk meringkas Shohih al-Bukhori dengan tetap memperhatikan inti yang dimaksud dari kitab tersebut. Akan tetapi hal itu butuh kepada perjuangan yang besar dan waktu yang panjang. Jika hal itu tidak meliburkan Anda dari yang lebih penting –  seperti memberikan bimbingan dan arahan, mengajar, berdakwah, dan menulis pengingkaran terhadap kebid&#8217;ahan dan khurafat serta menjelaskan hadits-hadits yang shohih dan dhoif – maka tidak mengapa.</p>
<p>Bagaimanapun juga, maka nasihat saya kepada Anda adalah tetap bertakwa kepada Alloh –<em> subhanahu</em> – dalam segala perkara, dan beristikhoroh kepada-Nya – subhanahu – dalam kegiatan yang mulia ini, serta bermusyawarah kepada orang yang Anda percayai ilmu dan nasihatnya. Jika telah lapang hati Anda untuk hal itu, maka mintalah pertolongan kepada Alloh, dan kerjakanlah. Dan hanyalah Alloh yang diminta agar memberikan ketepatan, pertolongan dan kemudahan kepada Anda, dan agar Dia menjadikan kami dan Anda beserta segenap saudara kita sebagai para dai yang menyeru kepada petunjuk dan menjadikan kita sebagai para penolong kebenaran. Sesungguhnya Dia maha mendengar dan maha dekat.</p>
<p>Dan kami – <em>insya Alloh</em> – akan mengerahkan usaha untuk menjadi perantara bagi sebagian orang yang mencintai kebaikan untuk mencetak kitab ringkasan Shohih Muslim Anda. Dan insya Alloh kami akan memberitahukan perkembangannya kepada Anda. Adapun tiga naskah dari beberapa juz Fathul Bari yang kesembilan, kesepuluh dan kesebelas, maka kami telah memegangnya dari Syaikh Muhammad bin Abdilmuhsin al-Katbi. Dan naskah-naskah ini akan sampai kepada Anda –<em> insya Alloh </em>– bersama sebagian para penuntut ilmu.</p>
<p>Dan orang yang mencintai Anda ini selalu siap sedia untuk setiap hajat dan keperluan yang mampu dilaksanakannya. Semoga Alloh menjadikan saya dan Anda termasuk orang-orang yang saling mencintai dalam keagungan-Nya sampai kita menjumpai-Nya<em> subhanahu.</em> Dan saya harap agar disampaikan salamku kepada anak-anak dan kepada khususnya para masyayikh serta ikhwah, terutama Syaikh Zuhair, sebagaimana seluruh anak-anak dan para masyayikh serta ikhwah yang ada pada kami semuanya dalam keadaan baik dan selamat.<em>Wassalamu&#8217;alaikum warohmatullohi wabarokatuh.</em></p>
<p>Kami telah mengcopy satu naskah dari kitab as-Sunnah karya Ibnu Abi Ashim, atas tanggungan Yang mulia as-Sayyid Hasan asy-Syirbitli. Dan telah kami sarankan kepadanya untuk mencetak sejumlah darinya, lalu dia pun menyepakatinya. Dan kami telah mendapatkan satu naskah mansukrip dari kitab tersebut dengan tulisan yang bagis – sebagaimana pemberitahuan dari orang yang mencintai kita semua yaitu Syaikh Hammad al-Anshori, maka saya pun meminjamnya dari pemiliknya. Dan saya memandang untuk mengirimkan dua naskah kepada Anda, untuk di tash-hih, ditahqiq dan diberi komentar setelah adanya pemberitahuan tentang besarnya mukafaah yang Anda pandang mencukupi untuk pekerjaan ini, sehingga kami bisa menyampaikannya kepada asy-Syirbitli untuk mendapatkan persetujuannya.</p>
<p>Dua kitab itu kami serahkan kepada Syaikh Amin Luthfi yang nantinya dia serahkan kepada Anda. Kami menunggu balasan segera dari Anda tentang hal ini. Dan Syaikh Zuhair telah memberitahuku bahwa dia juga berkeinginan untuk mencetak kitab tersebut. Saya berharap bisa berhubungan dengannya, memberitahukannya, dan mengetahui pendapat Anda berdua tentang hal tersebut. Karena saya khawatir dia memiliki pandangan khusus dalam masalah ini karena keinginannya untuk mencetak kitab tersebut.</p>
<p>Saya memohon kepada Alloh agar Dia memberi taufik kepada seluruhnya, menuju apa yang diridhoi-Nya. Semoga Alloh mencurahkan sholawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabat beliau.</p>
<p>29 Robi&#8217;ul Awwal 1390 H</p>
<p><em><strong>Bersambung&#8230;&#8230;..</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.direktori-islam.com/2009/12/korespondensi-antara-syaikh-albani-syaikh-bin-baz-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Korespondensi antara Syaikh Albani &amp; Syaikh Bin Baz (1)</title>
		<link>http://www.direktori-islam.com/2009/12/korespondensi-antara-syaikh-al-albani-dan-syaikh-ibnu-baz-1/</link>
		<comments>http://www.direktori-islam.com/2009/12/korespondensi-antara-syaikh-al-albani-dan-syaikh-ibnu-baz-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 23:24:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaikh Hasan Ayat Aljat alJazairi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[surat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.direktori-islam.com/?p=778</guid>
		<description><![CDATA[KORESPONDESNI ANTARA SYAIKH ALBANI dan SYAIKH IBNU BAZ
Buah karya: Syaikh Hasan Ayat &#8216;Aljat al-Jazairi – semoga Alloh menjaga dan melindungi beliau.
Pendahuluan
Sesungguhnya segala pujian hanyalah milik Alloh. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, meminta ampun kepada-Nya, dan kami meminta perlindungan kepada Alloh dari kejahatan jiwa-jiwa kami dan keburukan perbuatan-perbuatan kami. Barangsiap yang diberi petunjuk oleh Alloh maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>KORESPONDESNI ANTARA SYAIKH ALBANI dan SYAIKH IBNU BAZ</strong></p>
<p>Buah karya: Syaikh Hasan Ayat &#8216;Aljat al-Jazairi – semoga Alloh menjaga dan melindungi beliau.</p>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Sesungguhnya segala pujian hanyalah milik Alloh. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, meminta ampun kepada-Nya, dan kami meminta perlindungan kepada Alloh dari kejahatan jiwa-jiwa kami dan keburukan perbuatan-perbuatan kami. Barangsiap yang diberi petunjuk oleh Alloh maka tidak ada seorang pun yang mampu menyesatkannya. Dan barangsiapa disesatkan oleh-Nya maka tidak ada yang mampu memberi petunjuk kepadanya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Alloh semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Wa ba&#8217;du;</p>
<p>Sesungguhnya pengetahuan tentang berita-berita para ulama dan perjalanan hidup mereka, adalah bagaikan salah satu di antara prajurit-prajurit Alloh. Imam Abu Hanifah berkata, “<em>Kisah-kisah tentang para ulama dan kebaikan-kebaikan mereka, lebih aku cintai dari pada kebanyakan ilmu fikih. Karena kisah-kisah itu adalah adab-adab para ulama</em>.”</p>
<p>Sebagian masyayikh berkata, “Kisah-kisah tentang para ulama bagaikan salah satu prajurit Alloh. Dengan kisah-kisah itu Alloh mengokohkan hati-hati wali-Nya. Dalilnya adalah firman Alloh ta&#8217;ala,</p>
<p class="arabic">وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ</p>
<p>“<em>Dan semua kisah dari rosul-rosul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu.</em>” [Hud: 120]” (1)</p>
<p>Dan di antara berita-berita yang berkaitan dengan para ulama adalah tentang korespondensi yang terjadi di antara para ulama.</p>
<p>Dan Alloh telah memberi taufik kepadaku dalam permasalahan ini, untuk mengetahui beberapa surat yang saling bergantian antara dua orang tokoh sunnah dan hadits pada zaman ini. Mereka adalah dua orang syaikh yang mulia; <strong>Abdulaziz bin Abdillah bin Baz</strong> dan ahli hadits <strong>Muhammad Nashiruddin al-Albani</strong>, semoga Alloh merahmati keduanya dan menempatkan mereka di surga firdaus yang paling tinggi. Dan hal ini aku dapati di sela-sela ketika aku membaca kitab “<em>ar-Rosail al-Mutabadilah baina asy-Syaikh Ibni Baz wal Ulama</em>” karya Syaikh Muhammad bin Ibrahim al-Hamd.</p>
<p>Lembaran-lembaran ini mengandung begitu banyak nasihat, pelajaran dan pembenahan jiwa. Jika engkau ingin mendapati ijtihad, ketinggian cita-cita dan semangat, engkau akan mendapatkannya. Jika engkau ingin mendapati kehalusan akhlak dan adab yang agung, engkau pun akan mendapatkannya&#8230; juga faidah-faidah lain yang sangat mulia, dan mutiara-mutiara yang melimpah nan mahal, akan didapati oleh orang yang membaca lembaran-lembaran korespondensi ini.</p>
<p>Tidaklah heran jika pada diri kedua tokoh ini terkumpul berbagai perangai yang mulia. Maka sesuatu yang berasal dari sumbernya, tidaklah dianggap aneh. Bagaimana tidak; padahal mereka berdua adalah orang yang sangat teliti dalam dakwah dan pengajaran. Sampai-sampai keduanya hampir saja tidak meninggalkan satu pun lapangan kebaikan. Keduanya telah mendahului (yang lain dalam hal kebaikan -pent) sehingga orang yang datang belakangan hanya menjadi pengikut mereka.</p>
<p>Wahai pembaca, inilah dia korespondensi yang dirindukan, yang terhitung sebagai contoh teladan dalam berkorespondensi antara para ulama dan penuntut ilmu.</p>
<p>Hanya Alloh yang mengetahui segala niat, dan Dia lah yang mampu memberikan petunjuk kepada jalan kebenaran.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Surat pertama:</strong></span></p>
<p>Surat dari Syaikh al-Albani kepada Syaikh Ibnu Baz berkaitan dengan pencalonan Syaikh al-Albani untuk melakukan <em>tash-hih</em> (koreksi, pemeriksaan) terhadap naskah Fathul Bari yang siap dicetak.</p>
<p><em>Bismillahirrahmanirrahiim</em></p>
<p>Dari Muhammad Nashiruddin al-Albani kepada Yang mulia Syaikh Abdulaziz bin Baz</p>
<p><em>Wa&#8217;alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh.</em></p>
<p>Sesungguhnya saya berterima kasih kepada Anda dengan memuji Alloh yang tiada sesembahan yang hak melainkan Dia, dan saya memohon agar Dia melanggengkan kenikmatan-Nya yang lahir maupun batin kepada kami dan Anda.</p>
<p><em>Amma Ba&#8217;du</em></p>
<p>Semenjak beberapa waktu, saya telah menerima surat yang mulia dari Anda tertanggal 20 Syawal 1378 H. Dan sungguh melalui surat itu saya mengetahui tekad kuat Anda untuk mencetak “<strong><em>Fathul Bari</em></strong>” dengan cetakan yang bagus. Saya berterima kasih kepada Anda atas persangkaan baik Anda terhadap saudara Anda; dimana Anda mencalonkan saya untuk melaksanakan tash-hih terhadap naskah yang siap untuk dicetak serta pembandingannya dengan naskah lain yang telah dicetak atau yang masih dalam bentuk manuskrip.</p>
<p>Akan tetapi saya memandang agar Anda membebaskan saya dari kegiatan tersebut dan membebankannya kepada orang selain saya. Bukan karena suatu alasan apapun, hanya saja saya melihat waktu yang dibutuhkan oleh kegiatan yang penting ini, jika saya gunakan untuk kegiatan yang lebih sesuai dengan spesialisku; yaitu untuk melayani sunnah, memilah antara yang <em>shohih</em> dari yang<em> dhoif</em> dan mengambil hukum serta memperdalam pemahaman terhadapnya, adalah lebih utama darinya.</p>
<p>Oleh karena itu, saya menyarankan agar Anda melihat usulan-usulan kami berikut ini:</p>
<p>Hendaknya Anda memerintahkan agar dikirimkan <em>malzamah</em> setelah selesai di<em>tash-hih </em>dan siap dicetak, agar saya bisa melihatnya secara singkat; barangkali saya mendapati sedikit kesalahan sehingga bisa saya koreksi, kemudian saya akan memberikan komentar atas sebagian tempat yang nampak bagi saya perlu dikomentari. Dan mungkin hal itu bisa dilakukan dalam batasan poin-poin berikut:</p>
<ol>
<li>Peringatan atas hadits shohih yang dilemahkan oleh penulis atau didiamkan olehnya.</li>
<li>Peringatan atas hadits lemah yang dikuatkan oleh penulis atau didiamkan olehnya.</li>
<li>Penegasan terhadap kebenaran yang sesuai dengan al-Kitab dan as-Sunnah di dalam berbagai permasalahan yang dijelaskan secara rinci oleh pensyarah, namun tanpa ada tarjih (penguatan) terhadap salah satu pendapat.</li>
<li>Menjelaskan beberapa tempat yang memang butuh kepada penjelasan. Terlebih lagi dalam perkara yang ada hubungannya dengan akidah salafiyah. Namun hal itu tidak dengan metode yang menyeluruh, karena metode semacam ini membutuhkan waktu dan kesungguhan yang besar. Akan tetapi hanya sebatas yang mudah kami lakukan.</li>
</ol>
<p>Secara ringkas: kami memandang dikeluarkannya kitab <em>syarah </em>ini dengan <em>tahqiq</em> semacam ini akan lebih bermanfaat bagi manusia. Apalagi telah sampai berita kepada saya dari sumber terpercaya bahwa salah seorang ahli hadits dari Maroko dari kalangan sufi juga telah mempersiapkan berbagai hal untuk mencetak kitab ini. Dan tidak ragu bahwa dia akan memberikan komentar atasnya dengan komentar yang bisa mengarahkan para pembaca kepada kesesatan dan kebid&#8217;ahannya. Di antara kesesatan itu, dia akan membawa hadits berikut,</p>
<p align="right"><strong>اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا</strong></p>
<p>“Ya Alloh, berkatilah kami di negri Syam kami&#8230;” para sahabat berkata, dan di negri Nejd kami, wahai Rosululloh? Beliau bersabda,</p>
<p align="right"><strong>هُنَاكَ الزَّلَازِلُ وَالْفِتَنُ</strong></p>
<p>“Di sana banyak keguncangan dan berbagai fitnah.” al-hadits&#8230;</p>
<p>Dia akan membawa makna hadits ini kepada saudara-saudara kita ahli tauhid dari kalangan penduduk Nejd, dan menamai bahkan menggelari mereka dengan gelaran Qorniyyun.</p>
<p>Hadits ini ada dalam shohih al-Bukhori – sebagaimana Anda ketahui -. Tidakkah Anda melihat pentingnya memberikan komentar atasnya dan yang semisalnya, di antara hadits-hadits yang dipalingkan maknanya oleh ahli bid&#8217;ah dari hakikat sebenarnya, dan mereka menjadikannya sebagai kesempatan untuk membantah ahli tauhid dan mengokohkan kesyirikan orang-orang yang sesat dari kalangan kaum muslimin?</p>
<p>Kemudian pada kesempatan ini, kami ingin menyampaikan beberapa usulan kepada Anda berkaitan dengan pencetakan kitab ini, agar kitab itu bisa keluar dengan mengagumkan dan menyenangkan.</p>
<ol>
<li>Menyebutkan bab pada pertengahan baris.</li>
<li>Memberikan penomoran kitab-kitab dan bab-bab dengan nomor yang bersambung, dimana penomoran itu terbatas sejumlah bab-bab yang ada dalam setiap kitab. Karena yang demikian itu akan membantu pemanfaatan kitab Faharis (yang berisi tentang daftar isi) yang dibuat untuk shohih al-Bukhori, seperti kitab Miftah Kunuzis Sunnah.</li>
<li>Pemberian nomor hadits secara berkesinambungan sampai akhir kitab – sehingga menjadi jelas jumlah hadits dalam shohih al-Bukhori – yang diletakkan di awal baris.</li>
<li>Penyebutan bab sebagai judul pada pertengahan syarah.</li>
<li>Menyebutkan bab di atas setiap halaman.</li>
<li>Pemberian harokat untuk kata-kata yang sulit dari syarah.</li>
<li>Mengeluarkan setiap jilid dalam beberapa juz, sebagaimana yang mereka lakukan belakangan ini terhadap <em>Lisanul Arob</em> dan <em>ath-Thobaqotul Kubro</em>; untuk mempermudah bagi orang yang ingin membeli kitab ini, agar mereka membelinya.</li>
<li>Memberikan cover yang berwarna dan berukir untuk setiap juznya, seperti pada kitab <em>Lisanul Arob</em> dan <em>ath-Thobaqotul Kubro</em>.</li>
</ol>
<p>Inilah di antara yang bisa kami sampaikan. Kami memohon kepada Alloh ta&#8217;ala agar Dia memberi taufiq kepada Anda untuk mencetak kitab ini dalam bentuk yang paling baik dan sempurna. Dan Alloh – tabaroka wa ta&#8217;ala – lah yang mengurusi balasan untuk Anda.</p>
<p>Semoga keselamatan, rohmat Alloh dan berkah-Nya tercurah atas Anda, juga kepada para masyayikh, ustadz dan para ikhwah yang ada di dekat Anda.</p>
<p>Saudara Anda, Muhammad Nashiruddin al-Albani</p>
<p>Damaskus 28 Dzulqo&#8217;dah 1378 H</p>
<p><em><strong>bersambung&#8230;&#8230;</strong></em></p>
<p>(1) Lihat:  Jami&#8217; Bayanil Ilmi wa Fadhlihi, karya al-Imam Ibnu Abdilbarr (1/251) dan Tartib al-Madarik wa Taqrib al-Masalik, karya al-Qodhi Iyadh (1/6).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.direktori-islam.com/2009/12/korespondensi-antara-syaikh-al-albani-dan-syaikh-ibnu-baz-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
